mengerjakan skripsi. Hampir satu tahun aku mengerjakannya, tapi tak kunjung mendapatkan hasil. Ternyata aku memang bodoh dalam menulis. Aku bodoh dalam segala hal, padahal aku ingin melakukannya dengan baik. Aku tak tau harus kemana hidupku? aku tak tau apa yang harus kulakukan. Aku hanya ingin menyelesaikan apa yang sudah aku niati dari awal, karena aku tak ingin menyusahkan orang orang terdekatku. Terutama aku tak ingin mengecewakan kedua orang tuaku. "I just want to be done" hanya itu. 3 Oktober kemarin aku memutuskan untuk membuat tato di punggung. Aku sudah mengunggahnya di akun instagramku @megalomenn
Tato pertama bergambar burung hantu dan tengkorak ini meluapkan kelelahanku karena skirpsi. Burung hantu sendiri itu menggambarkan diriku, membawa tengkorak harapan yang sudah mati. Tato kedua tangan keatas keluar dari bunga teratai, meluapkan kekecewaanku karena patah hati. Bunga teratai adalah bunga yang sellu muncul di air keruh, menggambarkan betapa kotornya diriku. Kedua tangan keatas, menyiratkan apa yang ingin kugapai. Bila keduanya digabungkan artinya seperti ini "aku ingin menggapai sesuatu yang tak mungkin akan aku dapatkan, karena aku hanya hina dimatanya dan orang lain, hanya orang bodoh yang hanya bisa berharap di suatu hari nanti menjadi orang baik". Tato ketiga adalah tulisan "YOU'LL NEVER WALK ALONE". Semu fans Liverpool Footbal Club pasti mengidamkan tato bertuliskan you'll never walk alone "kamu tak akan pernah berjalan sendirian". Ini juga yang menjadi moto hidupku.
Saat pertama memutuskan untuk mentato tubuhku aku sangat merasa bersemangat, senang, sangat gembira, tetapi saat jarum tato mulai menusuk dengan kecepatan 1000 tusukan/menit aku hanya menahan rasa sakit. Hanya bisa diam dan merasakan sakit selama hampir 2 jam lebih. Dan setelah itu aku mulai takut. Bukan takut untuk membuat tato lagi tapi takut jika orang tuaku melihat tato ini, bagaimana perasaan mereka? tapi hal yang sudah kulakukan tak mungkin aku sesali dan gambar yang sudah terlukis di puggung tak mungkin aku hapus. Sampai detik ini au masih merahasiakan kepada orang tuaku, sampai nanti aku sudah lulus mungkin aku akan mengatakannya kepada mereka. Ketiga tato itu kubuat belum sampai oktober akhir. Jadi sekitar 3 minggu lebih aku membuatnya. Sebenarnya sudah lama aku ingin membuat tato, sejak lulus SMA aku ingin membuatnya. Tapi setelah orang tuaku ingin menyekolahhkanku di universitas aku mengurungkan niat. Kakak keduaku juga bertato, aku hanya ingin seperti dia. Bukan menjadi seorang b**ngan tapi hanya seorang penikmat seni rupa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar